Bermain adalah Pelajaran Penting bagi Anak

Kata Kunci : Bermain, Perkembangan, Permainan,

Anak-anak bermain Egrang

Anak-anak bermain Egrang

Permainan bagi anak-anak adalah pekerjaan penting. Permainan melatih kemampuan sosial, fisik dan psikologis mereka. Dalam buku klasiknya The Descent of Man tahun 1872 Charles Darwin menyebutkan “Happiness is never better exhibited than by young animals, such as puppies, kittens, lambs, and company, when playing together, like our own children“.

 

Dalam acara Flora & Fauna yang sangat terkenal di TVRI di era 1980an, kita bisa melihat bagaimana anak-anak hewan bermain dan saling berinteraksi di lapangan rumput, anak-anak harimau misalnya, bermain bercengkrama dengan rekan-rekanya seolah mereka sedang berusaha menangkap mangsa. Anak-anak kijang berlarian kesana kemari saling mengejar dengan sangat cepat, seolah mereka sedang dikejar oleh predator. – Sekarang acara bagus seperti ini hanya bisa dilihat dengan tenang melalui saluran berbayar, seperti Discovery Channel. Memang ada acara seperti di layar televisi swasta, namun tampaknya semakin tergeser oleh acara lain yang katakanlah, marketable. Ya, kita tidak bisa menyalahkan stasiun televisi tersebut.

Kemudian kita melihat anak-anak kita bermain di lapangan sekolah ketika jam istirahat, di lapangan RT atau RW, ketika sore menjelang maghrib, berlari-lari kesana kemari, bermain petak-umpet atau yang lainnya, sementara anak-anak yang lebih besar bermain futsal, merupakan kebahagian tersendiri bagi mereka, Sementara otot, otak, dan mental mereka dilatih dalam waktu bersamaan dengan suatu cara tertentu. Kita bisa melihat benang merah yang mempersamakan pola perilaku mereka dengan fauna kecil yang saya sebutkan sebelumnya.

Marek Spinka, yang meneliti perilaku fauna di Praha mengemukakan bahwa bermain membantu melatih hewan dalam melepaskan diri mereka dari kejaran predator, dan membantu mereka dalam mengatasi emosi yang mereka rasakan setelah mengalami interaksi yang agresif tersebut. Secara singkat, bermain melatih mereka untuk menangani hal-hal yang tak terduga.

Seorang ahli biologi dari Universitas Colorado, Mark Bekoff juga menyebutkan bahwa bermain dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan moralitas. Dalam permainannya, hewan dapat belajar tentang perlunya keadilan dan konsekuensi dari berlaku licik. Dalam sebuah artikel yang dia tulis tahun 2001, dia mengatakan “During social play, while individuals are having fun in a relatively safe environment, they learn ground rules that are acceptable to others – how hard they can bite, how roughly they can interact – and how to resolve conflicts. There is a premium on playing fairly and trusting others to do so as well.”

Riset-riset neurologi juga menyiratkan bahwa bermain dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan otak. Para ilmuwan menemukan tikus-tikus yang ditempatkan pada sebuah lingkungan yang terdapat roda besi berputar dan struktur permainan lainnya memperlihatkan perkembangan otak yang lebih baik dibandingkan dengan tikus-tikus lain yang ditempatkan di lingkungan yang tidak memiliki arena bermain. Singkatnya, bermain-main membuat tikus-tikus lebih pintar.

Pengujian atas tikus-tikus itu menunjukkan stimulasi mental dan fisik yang mereka dapatkan dari bermain dapat memperlambat atau menunda gejala-gejala dari beberapa penyakit neurologis seperti Alzheimer. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa bermain dapat mengaktifkan molekul dalam otak yang memfasilitasi proses pembelajaran dan daya ingat.

Apapun manfaat dan fungsi dari bermain, kita tahu bahwa unggas dan mamalia melakukannya, – dan beberapa bukti juga menunjukkan bahwa reptil, ikan dan serangga juga melakukannya. Kita bisa melihat bahwa beberapa hewan melakukan permainan memiliki tujuan yang jelas dan kongkrit, dan pada saat lainnya hewan memiliki alasan yang sama dengan kita manusia : karena bermain itu menyenangkan. ***
– Dari beberapa sumber –

Tentang Hikmat Surya Permana

I'm a teacher of math and ICT at a state elementary school. I have passion in teaching and educational technology. Applied it in Cloneroom.com of which I administer in my spare time. Powered it with love and passion, and by a couple of cup of coffee and tea. And I'm a native Indonesian speaker.
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s